Friday, June 3, 2011
JANGAN JADI ORANG BODOH
Bahasa arabnya bodoh yaitu jahila-yajhalu-jahlun. Didalam al-qur’an ada sebanyak 24 kata yang merujuk kepada kata jahlun yang artinya bodoh. Salah satu diantaranya adalah terdapat dalam surat al-A’rof ayat 138 :
قا ل إنكم قوم تجهلون
Nabi musa berkata: susungguhnya kamu ini adalah kaum yang bodoh.Yang dimaksud kaum yang bodoh oleh nabi musa dalam kontek ini adalah orang yang menyembah kepada berhala dan tidak mau menyembah kepada Allah Swt. Apabila ada orang yang berperilaku seperti ini maka orang itu disebut bodoh. Kata bodoh disini saya kaitkan dengan hadits Nabi sebagai berikut:
أغد عالما اومتعلما أومستمعا أومحبا ولا تكن الخامس فتهلك: رواه البيهقى
Jadilah kamu seorang pengajar, atau pelajar, atau mendengarkan ilmu, atau menyintai ilmu dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, kamu pasti menjadi orang yang tercela. HR Imam Baihaqi
Wong urip iku Isoho dadi wong sing nomer siji. Lamun gak iso dadi wong sing nomer 1 yo dadiyo wong sing nomer 2, lamun gak iso dadi wong nomer 2 yo dadiyo wong sing nomer 3. Lamun gak iso dadi wong sing nomer 3, yo dadiyo wong sing nomer 4. lan ojo sampek dadi wong sing nomer 5.
Terus sopo sing dimaksud wong sing nomer 1 iku? Jawabe engge meniko aliman yaiku wong sing pinter ilmu agomo banjur purun mengajarkan ilmu kalowau dumateng tiang sanes.
Terus sopo sing dimaksud wong sing nomer 2 iku? Jawabe engge meniko mutaaliman yoiku wong sing gelem belajar khususe gelem belajar ilmu agomo islam.
Terus sopo sing dimaksud wong sing nomer 3 iku? Jawabe engge meniko mustamian yoiku wong sing gelem mirengaken pengajian
Terus sopo sing dimaksud wong sing nomer 4 iku? Jawabe engge meniko mukhibban yoiku wong sing seneng dumateng ilmu khususe ilmu agomo islam
Terus sopo sing dimaksud wong sing nomer 5 iku? Jawabe engge meniko tiang ingkang bodoh khususe bodoh ingdalem ilmu agomo islam.
Dados Kito meniko mboten angsal dadi wong sing bodoh sebab wong sing bodoh iku bakal ciloko. Diujung hadis kolowau dikatakan fatahlika yang artinya kamu pasti celaka maka yang dimaksud ialah janganlah engkau menjadi orang yang bodoh dalam masalah agama karena akibatnya engkau pasti celaka baik didunia maupun di akhirot.
Terkait dengan kata bodoh ada cerita dalam dialog yang diperagakan oleh seorang petani sepasang kebo dan seekor macan. Suatu hari petani dan kebo ini bekerja disawah lalu macan melihatnya dengan penuh keheran-heranan. Ketika petani itu pulang macan bertanya kepada kebo.
Macan : Wahai kebo, kenapa kamu mau disuruh bekerja padahal kamu itu lebih besar dan lebih kuwat dari pada lelaki yang menyuruhmu.
Kebo menjawab : karena orang laki-laki itu lebih pintar daripada saya
Macan bertanya : bolehkah aku tau seberapa pintarnya orang itu.
Kebo menjawab : Nanti kamu tanya sendiri kalau orangnya sudah datang. Setelah petani datang
Macan langsung bertanya: wahai petani apakah saya boleh tau kepintaran anda? Petani menjawab : kepintaran saya ada dirumah.
Macan berkata : tolong kepintaranmu kamu ambil pulang sekarang.
Petani menjawab : tidak saya tidak mau pulang sebab saya khawatir kalau saya pulang jangan-jangan kerbau saya kamu makan. Saya mau pulang tapi dengan sarat.
Macan: berkata apa saratnya
Petani bilang : kamu harus mau saya ikat dulu dipohon. Setelah macan berhasil diikat petani itu tidak langsung pulang tapi malah mengambil bajaknya untuk membunuh binatang ini.
Kesimpulan khutbah : Macan itu binatang yang begitu kuwat tapi dirinya bisa celaka karena kebodohanya. Begitu juga manusia sekuwat apapun dirinya kalau bodoh dalam agama maka niscaya dia juga akan celaka karena kebodohanya. Oleh karena itu kita tidak boleh jadi orang bodoh dalam agama. Kita harus pintar,pandai, cerdas dan berdaya guna. Maka kuncinya tidak ada jalan lain kecuali membekali pendidikan agama kepada anak-anak kita sejak usia dini.
Sekian uraian khutbah saya semoga ada guna dan faedah. By: Muntaha, S.Ag, S.Pd
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment